Kursa — Exchange, made simple

Kepatuhan

Apa Itu DTTOT dan PEP? Panduan Singkat Cek Nasabah untuk Money Changer

DTTOT dan PEP adalah dua daftar yang dipakai untuk memeriksa nasabah dalam program APU-PPT. Ini artinya, kenapa penting bagi money changer, dan cara Kursa membantu kasir.

Setiap hari kasir money changer melayani banyak nasabah dengan cepat. Di sela-sela itu ada satu pekerjaan yang tidak boleh terlewat: memastikan nasabah tidak termasuk dalam daftar yang perlu diwaspadai. Dua daftar yang paling sering disebut adalah DTTOT dan PEP.

Artinya

DTTOT adalah Daftar Terduga Teroris dan Organisasi Teroris.

PEP (Politically Exposed Person) adalah orang yang memiliki atau pernah memiliki jabatan publik penting, beserta keluarganya. Mereka bukan pelaku kejahatan, tetapi transaksinya perlu diperiksa lebih teliti.

Keduanya bagian dari program APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) yang wajib dijalankan penyedia jasa keuangan, termasuk money changer.

Kenapa sulit bila dikerjakan manual

Bila pengecekan dilakukan manual, kasir harus mencocokkan nama nasabah ke daftar yang panjang, di tengah antrean. Ada tiga masalah yang sering muncul:

  • Terlewat. Saat ramai, pengecekan mudah dilewati.
  • Tidak ada jejak. Kalaupun sudah dicek, sering tidak ada catatan siapa yang mengecek, kapan, dan apa hasilnya.
  • Daftar tidak terbaru. Daftar yang dipakai di cabang bisa berbeda versi dengan yang dipegang pusat.

Cara kerjanya di Kursa

Saat kasir memasukkan data nasabah, Kursa mencocokkan nama dengan daftar DTTOT dan PEP (sumber data PPATK) serta daftar hitam milik perusahaan Anda. Pengecekan ini berjalan sebelum nota dicetak.

  1. Dicek otomatis. Kasir tidak perlu membuka daftar sendiri.
  2. Kasir meninjau. Bila ada kemiripan, kasir mendapat peringatan beserta buktinya: nama dalam daftar, dasar kecocokan, dan sumber datanya.
  3. Tercatat dan terlihat pusat. Kasir menandai apakah benar orang yang sama. Hasil pemeriksaan tercatat di riwayat pengecekan per nasabah dan per cabang.

Peringatan, bukan blokir

Kemiripan nama tidak selalu berarti orang yang sama. Karena itu Kursa memberi peringatan, bukan blokir: keputusan tetap di tangan petugas, yang melihat bukti lalu memutuskan. Yang penting, setiap keputusan tercatat.

Perlu dicatat juga: sistem membantu menemukan kemiripan, tetapi tidak mengirim laporan otomatis ke PPATK. Bila nasabah benar cocok, ikuti prosedur APU-PPT yang berlaku. Untuk DTTOT, aturan mewajibkan tindakan seperti pemblokiran dan pelaporan. Untuk kepastian prosedurnya, selalu rujuk aturan regulator terbaru.

Ringkasnya

Tanpa sistemDengan Kursa
Kasir mencocokkan nama sendiriNama dicocokkan otomatis saat transaksi
Pengecekan mudah terlewat saat ramaiPengecekan berjalan sebelum nota dicetak
Tidak ada jejak siapa mengecek apaHasil pemeriksaan tercatat dan terlihat pusat

Ingin melihat alur cek nasabah ini dengan data contoh? Minta demo lewat WhatsApp.

Baca juga

Semua artikel

Kurs Harian dari Pusat: Supaya Semua Cabang Memakai Angka yang Sama

Kurs yang dikirim lewat pesan lalu diketik ulang di setiap cabang mudah berbeda. Begini cara Kursa mengirim kurs pusat ke semua cabang dan mencatat setiap perubahannya.

Opname Stok Valas: Kenapa Selisih Harus Dicatat, Bukan Dihapus

Hitung fisik valas hampir selalu menemukan selisih. Yang membedakan usaha yang rapi adalah apa yang terjadi sesudahnya. Ini cara mencatat opname, uang rusak, dan kiriman antar cabang.

Konsultasi awal tanpa biaya

Siap merapikan operasional money changer Anda?

Demo Kursa Online atau Kursa Offline dengan data contoh, tanpa komitmen.